sering, eh, tiap hari liat, di kampus.
Tuesday, November 23, 2010
Sunday, November 14, 2010
youth center design. green. community. design.
Assalamualaikum. selamat malam.
dalam cuaca malam yang cerah, dingin, dan masih waswas terhadap merapi, sebuah keinginan untuk membual di blog muncul. topik kali ini adalah desain saya yang beberapa waktu lalu diikutkan dalam sebuah kompetisi dari merek semen terkemuka.berikut eksteriornya.


tema yang diangkat dari desain ini adalah 'semen', 'green', dan 'community center'.
1. Semen
sebagai fokus dari kompetisi ini sendiri, penggunaan semen dalam bangunan seoptimal mungkin ditunjukkan. dan jalan yang ditempuh adalah ekspos struktur beton yang menunjukkan rangka bangunan. untuk addition nya, furnitur dengan bahan utama semen juga didesain dan ditempatkan di sekeliling bangunan.
2. Green
isu umum. dalam desain bangunan ini, warna hijau melengkapi warna putih semen dan mendominasi seluruh bangunan. mulai dari taman, garden roof, hingga green roof .
perbedaan dari garden roof dan green roof terletak pada penggunaan area green tersebut, pada garden roof, dipertimbangkan juga bahwa tempat itu akan digunakan untuk area aktif, atau mudahnya, akan ada orang yang menggunakan atau berkegiatan di area itu sehingga tebal dari balok dan platnya lebih besar dari green roof yang tidak difungsikan untuk menampung kegiatan di atasnya.
persamaannya, letaknya bukan di ground level, artinya di bawah green area itu ada ruangan yang digunakan untuk kegiatan juga.


bisa diliat, di lantai 2 dan 3, garden roof. sesuai dengan fungsinya sebagai communty center, diperbanyaklah area untuk bersosialisasi.
3. community
youth center secara harfiah berarti pusat pemuda. disesuaikan dengan kebutuhan pemuda, bangunan ini berfungsi memberikan tempat yang nyaman untuk belajar dan berkumpul.
variasi dari fungsi tersebut dalam bangunan ini adalah:

indoor (meja dan lesehan di lantai 1 dan 2, semi outdoor (lantai 1), outdoor (garden roof lantai 2 dan 3).

banyaknya bukaan juga bertujuan untuk memperkuat image 'concrete' yang ditonjolkan dari bangunan. ditambah dengan tidak menggunakan banyak material tambahan seperti kusen jendela dan partisi.
begitu. sepertinya saya kurang baik dalam penyampaian. old problem. makasih udah baca. semoga bermanfaat.
dalam cuaca malam yang cerah, dingin, dan masih waswas terhadap merapi, sebuah keinginan untuk membual di blog muncul. topik kali ini adalah desain saya yang beberapa waktu lalu diikutkan dalam sebuah kompetisi dari merek semen terkemuka.berikut eksteriornya.


tema yang diangkat dari desain ini adalah 'semen', 'green', dan 'community center'.
1. Semensebagai fokus dari kompetisi ini sendiri, penggunaan semen dalam bangunan seoptimal mungkin ditunjukkan. dan jalan yang ditempuh adalah ekspos struktur beton yang menunjukkan rangka bangunan. untuk addition nya, furnitur dengan bahan utama semen juga didesain dan ditempatkan di sekeliling bangunan.
2. Green
isu umum. dalam desain bangunan ini, warna hijau melengkapi warna putih semen dan mendominasi seluruh bangunan. mulai dari taman, garden roof, hingga green roof .
perbedaan dari garden roof dan green roof terletak pada penggunaan area green tersebut, pada garden roof, dipertimbangkan juga bahwa tempat itu akan digunakan untuk area aktif, atau mudahnya, akan ada orang yang menggunakan atau berkegiatan di area itu sehingga tebal dari balok dan platnya lebih besar dari green roof yang tidak difungsikan untuk menampung kegiatan di atasnya.
persamaannya, letaknya bukan di ground level, artinya di bawah green area itu ada ruangan yang digunakan untuk kegiatan juga.


bisa diliat, di lantai 2 dan 3, garden roof. sesuai dengan fungsinya sebagai communty center, diperbanyaklah area untuk bersosialisasi.

3. community
youth center secara harfiah berarti pusat pemuda. disesuaikan dengan kebutuhan pemuda, bangunan ini berfungsi memberikan tempat yang nyaman untuk belajar dan berkumpul.
variasi dari fungsi tersebut dalam bangunan ini adalah:

indoor (meja dan lesehan di lantai 1 dan 2, semi outdoor (lantai 1), outdoor (garden roof lantai 2 dan 3).

banyaknya bukaan juga bertujuan untuk memperkuat image 'concrete' yang ditonjolkan dari bangunan. ditambah dengan tidak menggunakan banyak material tambahan seperti kusen jendela dan partisi.
begitu. sepertinya saya kurang baik dalam penyampaian. old problem. makasih udah baca. semoga bermanfaat.
Saturday, October 23, 2010
buang sampah? sembarangan aja...

mungkin itu yang hinggap di kebanyakan pikiran orang kita, segala profesi, segala tingkatan, segala usia, segala gender, sama saja.
aku nggak bisa mengingatkan. bodohnya. cuma bisa emosi. cuma bisa memandangi mereka dengan pandangan merendahkan. maaf saja. atau kalo bahasa 'merendahkan' itu kelewatan, aku ganti dengan 'mengasihani'. gimana nggak? mungkin ada yang salah dengan pelajaran moral mereka waktu SD. mungkin mereka kurang beruntung tinggal di lingkungan orang nggak terpelajar atau semacamnya.
bayangin, mereka menganggap semua tanah itu tempat sampah. gapapa buang disitu, ntar juga ilang. ntar juga dibersihin petugas kebersihan. ah, yang lain juga gapapa buang sembarangan. ah, repot amat, salah pemerintah gak ngasih tempat sampah disini. waduh, buru-buru tapi ga ada tempat sampah deket. ah, aku sih orang susah, biarin aja buang sampah dimana aja.
bahkan ada yang buang sampah sembarangan di depan anak mereka sendiri.
apa yang susah sih? payah amat.
sedikit banyak belajar dari teman
pada awalnya, aku pikir semua yang kulakukan sendirian, semua petualanganku sendirian, semua itu adalah harta yang kusimpan sendiri dan menjadi emas yang nggak kubagikan sama orang lain. aku menikmati itu. itu cuma aku yang tahu. kepuasan pribadiku. hartaku. nggak mengumbar-umbar, nggak mau nyombong, nggak mau asal ngomong di depan banyak orang, nggak mau jadi congkak.
tapi akhirnya, aku mikir semua itu nggak bener. aku pingin semua tahu aku pernah kesini kesana. darah sombongku yang menyebalkan dan sangat memuakkan itu. sial. semua bermula dari pemikiran pendek tentang cerita-cerita yang nggak diceritain itu bakal jadi makanan belatung saja. dibawa ke liang lahat. nggak ada orang yang tau. sia-sia.
temanku. cewek. punya lebih banyak petualangan daripada aku. dia lebih banyak ndatengin tempat daripada aku. sendirian juga. dan semua itu (setauku) nggak dia umbar-umbar selayaknya aku yang suka asal bunyi asal congkak. seakan-akan dia nggak mau cerita kalo nggak ditanya. she's fine with that.
atau mungkin karena dia punya tempat, atau orang, tertentu buat ikut mengingat cerita-ceritanya? mungkin.
nggak tau apapun rahasianya, yang bisa kulakuin sekarang adalah belajar dari dia. lebih menghargai waktu-waktu yang kulewati sama semua diriku sendiri. dan bilang:
AKU NGGAK AKAN KALAH SAMA KAMU!! KALO KAMU ANEH, AKU BAKAL JADI LEBIH ANEH DARI KAMU!!
tapi akhirnya, aku mikir semua itu nggak bener. aku pingin semua tahu aku pernah kesini kesana. darah sombongku yang menyebalkan dan sangat memuakkan itu. sial. semua bermula dari pemikiran pendek tentang cerita-cerita yang nggak diceritain itu bakal jadi makanan belatung saja. dibawa ke liang lahat. nggak ada orang yang tau. sia-sia.
temanku. cewek. punya lebih banyak petualangan daripada aku. dia lebih banyak ndatengin tempat daripada aku. sendirian juga. dan semua itu (setauku) nggak dia umbar-umbar selayaknya aku yang suka asal bunyi asal congkak. seakan-akan dia nggak mau cerita kalo nggak ditanya. she's fine with that.
atau mungkin karena dia punya tempat, atau orang, tertentu buat ikut mengingat cerita-ceritanya? mungkin.
nggak tau apapun rahasianya, yang bisa kulakuin sekarang adalah belajar dari dia. lebih menghargai waktu-waktu yang kulewati sama semua diriku sendiri. dan bilang:
AKU NGGAK AKAN KALAH SAMA KAMU!! KALO KAMU ANEH, AKU BAKAL JADI LEBIH ANEH DARI KAMU!!
Monday, October 18, 2010
Sketchup, render V-ray atau Export JPG ?
selamat malam, kali ini ada satu permasalahan menarik yang bisa saya hadirkan dalam blog ini. yaitu mengenai Google Sketchup yang saat ini banyak digunakan untuk modelling 3D dan popularitasnya hampir (menurut saya) menyamai 3DSmax dari Autodesk.oke. jadi, dari modelling 3D itu, waktu mau kita bikin gambar hasil atau output nya, lebih mending mana? di render atau di export aja? jawabannya? kita lihat dulu kasus di bawah ini.
ini modelling-nya, sebuah cafe, saya print-screen
Pertama, kita lihat yang di export JPG
perlu diingat juga bahwa kita bisa mengubah kualitas JPG dengan mengubah resolusi seperti pada gambar di atas. resolusi tertinggi width-nya 9000. tapi sebenarnya, width 5000 aja udah bagus.
ini hasilnya.

keunggulannya export JPG: bayangan yang terjadi bisa diatur dan bisa sangat nge-blok atau tidak. lebih cepet (kadang2 export JPG jadi pilihan oke disaat kepepet, karena ga sempet render) dan lebih simpel. semua yang terlihat akan ikut keexport, seperti line walupun cuma satu. jadi perbedaan batas yang menggunakan line akan terasa lebih kuat. ada beberapa orang yang sangat suka export JPG dengan argumen bahwa Sketchup, literally, ya buat sketch.
ini yang dirender (V-ray)

gambarnya terlihat lebih realis. lebih niat (?). namun, tentu saja diperlukan ketelitian, juga yang pasti kesabaran kalo merender. ada banyak hal yang musti diperhatikan ketika kita ingin merender gambar. mulai dari material hingga pencahayaan dan bayangannya. maklumlah, untuk sesuatu yang bagus, prosesnya musti ga gampang. kebalikan dari export JPG yang kasar, rendering ini lebih halus. seperti menghilangkan garis2 yag tampak. jadi perbedaan batas bidang kadang bisa gak kelihatan.
Pada akhirnya, jawabannya adalah sesuai mana yang kita sukai secara pribadi dan sesuai mana yang kita perlukan. export JPG dan render punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. namun sesuai keadaan, kita bisa memilih mana yang kita lebih baik pergunakan.
semoga bisa bermanfaat. terima kasih sudah membaca.
ini modelling-nya, sebuah cafe, saya print-screen

Pertama, kita lihat yang di export JPG
perlu diingat juga bahwa kita bisa mengubah kualitas JPG dengan mengubah resolusi seperti pada gambar di atas. resolusi tertinggi width-nya 9000. tapi sebenarnya, width 5000 aja udah bagus.ini hasilnya.

keunggulannya export JPG: bayangan yang terjadi bisa diatur dan bisa sangat nge-blok atau tidak. lebih cepet (kadang2 export JPG jadi pilihan oke disaat kepepet, karena ga sempet render) dan lebih simpel. semua yang terlihat akan ikut keexport, seperti line walupun cuma satu. jadi perbedaan batas yang menggunakan line akan terasa lebih kuat. ada beberapa orang yang sangat suka export JPG dengan argumen bahwa Sketchup, literally, ya buat sketch.ini yang dirender (V-ray)

gambarnya terlihat lebih realis. lebih niat (?). namun, tentu saja diperlukan ketelitian, juga yang pasti kesabaran kalo merender. ada banyak hal yang musti diperhatikan ketika kita ingin merender gambar. mulai dari material hingga pencahayaan dan bayangannya. maklumlah, untuk sesuatu yang bagus, prosesnya musti ga gampang. kebalikan dari export JPG yang kasar, rendering ini lebih halus. seperti menghilangkan garis2 yag tampak. jadi perbedaan batas bidang kadang bisa gak kelihatan.Pada akhirnya, jawabannya adalah sesuai mana yang kita sukai secara pribadi dan sesuai mana yang kita perlukan. export JPG dan render punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. namun sesuai keadaan, kita bisa memilih mana yang kita lebih baik pergunakan.
semoga bisa bermanfaat. terima kasih sudah membaca.
Saturday, July 10, 2010
Kerja Praktek
hari pertama : 5 juli : lima kami disambut jam 8 pagi di meeting room sama empunya studio; pak Adi Prasetyo. obrolan santai, pengenalan studio, pengarahan kerja, dilanjutkan pembagian tugas, dan pengerjaan tugas. Masjid Bandung, Masjid Hambalang, Perum Azzikra, Training centre BSM. Saya kebagian Hambalang. penambahan sirkulasi pada site, pembagian zonasi, olah 3d pake sketchup, bikin ratusan anak tangga, dll. Kerja di meeting room sampe siang, sampe sore dengan arahan2 dari para agen studio. Kerja saya pribadi saya nilai lamban, lemot, masih mahasiswa.
hari kedua : 6 juli : sama. nerusin Hambalang. karena kurang intruksi dan males nanya2 (salah sendiri), jadi nambah2in sendiri sesukanya. temen yang disuruh mbantuin mulai dapet kerjaan.
hari ketiga : 7 juli : Hambalang. siangnya dapet feedback dari pak fanani, lewat email, suruh nambahin minaret. mulai ngerender lagi.
hari keempat : 8 juli : Pak fanani datang! revisi langsung, sesuai request sang arsitek, nambahin bangunan mengelilingi site. ikut ndengerin presentasi aplikator buat proyek masjidnya si bapak di jogja, masjid budi mulya. enamel, lighting, spaceframe, dan keramik.
ngerjain sampe malem di studio, mbaleni ngrender njuk diprint buat presentasi si bapak besoknya. printer sempet ngadat. pulang jam 9.
hari kelima : 9 Juli : printernya ngadat beneran. si bapak datang kantor jam 9. ada revisi dari pak adi dulu jam 8. ngeprint di luar. presentasi jam 10.30, dan pak fanani lepas dari kantor jam 10.30 juga.
sorenya ke PT Polaraya di cibubur. Pabrik maket skala internasional! kalo dibandingin sama kantin di kampus, ngek. divisinya beda2. dari rumput, mobil, kaca, dinding, cat, resin, kapal, dll. ga pake ivory, pakenya PVC. ga pake UHU, pakenya herin. ga pake joyko, pakenya cutter setipis jarum. ga pake pilok, pake (gatau namanya, yang jelas dicat di ruang tertutup). sama mas2 di divisi potong2 dikasi patung ibu2 dari resin sama cetakannya dari rubber. ilegal. pulangnya hujan2an.
hari keenam : 10 juli : tadi disuruh ikut pipit ngukur sitenya di kuningan. masuk2 kos2an 2 juta perbulan (kalo gasalah) buat site training centernya BSM. terus pulangnya ditraktir Padang sama pak adi. nanti malem mau ngelembur hambalang sampe nonton jerman.
N.B : rekan. sayangnya karena tempat kerja yang terpisah sama pekerja laen. jadi terlalu bebas. padahal mau saya adalah ngerasain kerja dibawah pressure yang sama deng
an pekerja laen. sementara ini mirip studio. pada bercanda aja. tempat kape ini sangat santai dan homy. banyak ilmu yang bisa diambil, banyak temen, dan terlalu sayang buat disiasiakan. saya ingin lebih menghayati kp ini sampe muncul bedanya antara kerja dengan kuliah.
Monday, April 5, 2010
bikin short story lewat komik komik komik!!!
akhirnya ngaplod komik juga ke blog,
beberapa dari cerita yang saya bikin jadi storyline-nya si komik kebanyakan tentang pasangan cowok-cewek ^^ (bukan berati romantis, cuma nggambarin situasi ideal yang menurut saya menarik aja). tiga halaman di bawah ini adalah halaman-halaman terakhir dari tiga komik yang secara asal saya anggap rampung.
Cerita 1.

dari sini saya ingin berbagi teknik, kalo bisa saya dikasih masukan ya...
pertama, saya mulai dengan sketsa kasar pake pensil, terus ditumpuk tinta (andalan sih drawing pen), trus di scan, dan diedit pake photoshop buat efek bayangan dan pengaturan panelnya. untuk cerita 2 dan 3 pekerjaannya lebih cepet karena efek bayangannya langsung pake prisma colour sebelum di scan, jadi lebih gampang.
gaya gambar yang masih labil ini karena dipengaruhi banyak literatur, tapi kurang lebih saya berani bilang selama bertaun-taun nggambar, akhirnya saya punya karakter.. YIPPPIIIIEEE.. (senang)...
makasih udah baca....
Subscribe to:
Posts (Atom)

