Showing posts with label Arsitektur. Show all posts
Showing posts with label Arsitektur. Show all posts

Sunday, April 14, 2013

Rak Buku "Alami"

Judul multi-tafsir.

First post updated from Kota Kembang.

Setelah berkutat dengan lingkungan baru yang alhamdulillah menyenangkan, akhirnya menyempatkan diri balik ke Jogja dan bawa beberapa buku yang dirasa perlu ke bandung. Kamar yang lebih kecil, kemalasan buat ngeluarin duit, dan keinginan terpendam buat bikin rak sendiri (thanks yg di jogja :) ) akhirnya berbuah bahan-bahan seadanya yg bisa ditemuin di toko bangunan.

Setelah melihat beberapa preseden. Ini foto jadinya si rak buku. Dibilang "alami" karena, yah, bahannya dari kayu dan batu bata merah (sebenernya bagusan pake batako).



List bahan :
satu papan kayu borneo (bekas) panjang 2m : Rp 20.000
14 batu bata press @Rp 700 : Rp 9.800

Papan diserut, biar pasir dan bekas semen ilang, trus dipotong 4. karena bentangnya kecil (50cm), agak khawatir sama rawan goyangnya. tapi setelah diisi buku, jadi berat, dan lumayan membantu.  




Keawetan? mari kita buktikan. 






Beberapa yang perlu diperhatikan : buat yang memuja keindahan dan kerapian, baiknya memilih bahan yang lebih "tidak bekas". seperti kayu yang masih lebih bagusan dan batu bata yang bentuknya ngga retak dan rontok. Dan lebih memberi effort sama finishing seperti saat menyerut kayu supaya lebih halus.

Overall, alhamdulillah dikasih waktu luang. akhirnya jadi juga bikin rak. 

Semoga menginspirasi.
Salam. 

Saturday, January 19, 2013

Monday, March 26, 2012

kotak kotak

3 maret 2012.

kotak kotak. (sayangnya) Ide datang ketika lagi solat. posisi karpet puzzle yang ada di depan sajadah tertangkap mata dan malah keluar ide. 

sebenernya dari dulu emang cari meja kecil buat naruh2 barang yang kecil2. setelah sukses sama meja botol (yang ga cukup waktu lama buat full kepake buku dkk), mulai nyari lagi. dan karpet puzzle yang dibeli sejak lama dan fungsinya cuma sebagai alas lantai ternyata bisa dibikin kotak2. ini bukan inovasi pastinya, tapi lumayan buat mainan bikin2 meja.

itu cara nyusunnya. pelajaran matematika SD. satu kubus dibuat dari 6 sisi.



sudutnya karpet persegi ini bisa dikaitin dalam wujud 3D juga.

pas. jadi 3 kotak.


meja laptop.


keunggulan lain: kalo dijejer emang makan tempat. tapi bisa ditumpuk ketiganya. dan ruangan jadi lega lagi.

Thursday, September 29, 2011

another theme


built-environmet yang mendefinisikan manusia secara lahir hingga batin. mengambil filosofi, intisari, hingga gaya dan jalan pikir.





Tuesday, May 10, 2011

prosesi pembuatan poster pasca kka 2010

selamaaat malam!

tanggal 6-8 mei kemarin, arsitektur UGM kembali menggelar acara tahunan yang berisi pameran dengan label Pasca KKA (kuliah kerja arsitektur). SUKSES BESAR! nah, ini mengingatkan saya sama setahun lalu, kami angkatan 2007 juga ngadain acara yang sama (7-9 mei).

posisi saya waktu itu adalah tim kreatip yang alhamdulillah dipercaya untuk membuat poster kegiatan dari ukuran A3 hingga baliho. waktu itu, tema KKA kami adalah "Architecture for Public".Dan ini beberapa usulan poster yang sempat saya rundingkan dengan teman-teman. sketsa bentuknya.



toilet umum


rame2 di halte bis

ruang tunggu, halte

itu yang masih dalam oret2an. ide dasarnya : fasilitas publik dan orang banyak



ini coba bikin cuma pake tulisan. copas dari poster lain :D (tentu ga jadi)




ini ceritanya dari tabung gambar keluar orang2

pengembangan dari ide toilet umum. ada rencana mau bikin 2 versi poster waktu itu. tp gajadi




ini poster yg terpilih. kursi halte sebagai fasilitas publik. tag line-nya juga. merah sebagai warna vocalnya. ada juga yg melesetin ini gambar ember dibalik


yang jelas. di setiap karya selalu ada plus minusnya. ada yg setuju dan nggak. macem2. dan kepuasan pribadi itu bisa menutup semua itu.


sekian. tetap berkarya. salam.




Thursday, April 21, 2011

Desain meja portable inspirasi puzzle

Selamat malam. sebelum lembur, saya ingin share sebuah desain lagi yang, lagi-lagi, hanya wacana. kali ini adalah desain meja yang terinspirasi dari puzzle. ya, intinya, meja-meja itu bisa dilepas dan di pasang satu sama lain tergantung kebutuhan dengan mudah.

ceritanya, tahun lalu tepatnya, awalnya saya merasa di lingkungan kampus saya (Teknik Arsitektur UGM) sebenarnya merupakan tempat yang membutuhkan banyak ruang untuk mengerjakan tugas baik kuliah maupun apalah, baik sendirian maupun berbarengan. tapi ternyata tidak banyak yang disediakan untuk mengakomodasi kegiatan2 tersebut. jadilah kami bekerja di jalan depan studio,di hall, di selasar depan fotokopian, dan lainnya yang kebanyakan ga ada meja kursi.

di sebuah public space di tengah kampus, ada meja dan kursi yang dapat digunakan. namun jumlahnya yang tidak banyak menyebabkan terjadinya survival of the fastest dalam menggunakannya.


kondisi meja kursi di public space tengah kampus



dari situ, saya yang kebetulan nganggur, punya ide bikin meja yang bisa digunakan saya dan teman2 buat ngerjain tugas atau sekedar mainan laptop.


(sebenarnya, inspirasinya lebih ke karpet puzzle di kamar saya).
ini kondisi meja saat dipake sendirian. konsep puzzle ya dari tepian meja yang bergerigi yang tujuannya bisa dipasangkan sama meja lainnya.



meja yang dipasang jejer 3


meja yang dipasang enam. buat kelompok lebih besar.


sebagai pelengkap, di tiap unit meja ada sepasang 'colokan' (lupa namanya) buat listrik. teruuuusss, kakinya bisa dilipat, dan mejanya bisa ditumpuk di suatu sudut kalau nggak dipake.

dengan meja yang simpel ini dan gampang dibawa-bawa ini, ngerjain tugas di jalan maupun depan potokopian pun bisa pake meja.

namun, sayangnya desain ini hanya berakhir sebagai angan-angan dan belum sempet dibawa ke kajur. soalnya waktu tanya temen, baiknya disertai RAB segala. jadi tambah males. hehe.

saat ini, kampus JUTAP UGM tengah di renovasi dan kayaknya bakal ada banyak solusi buat permasalahan yang saya paparkan di atas.

terima kasih udah baca.

tetap berkarya. salam.

Wednesday, April 13, 2011

Desain rak buku inspirasi lego


sebenernya pingin publish ini kalo raknya udah jadi, tapi berhubung belum, jadi cuma sharing ide aja. masih wacana.


ini desain raknya
(untuk liat ukuran, klik gambarnya)


bagian bawahnya





dan ini kalo disusun.
ada banyak kemungkinan penyusunan sebenernya.

ekstrim


gitu. jadi, barangkali ada yang tau (di jogja terutama) tempat buat bikin rak lego ini. tolong share infonya ya. makasih.

Semangat dan tetap berkarya. Salam.


Saturday, April 2, 2011

Shelter Bambu sebagai Hunian Sementara



Gunung Merapi yang katanya gunung paling aktip sedunia, dari beberapa bulan lalu sudah memberikan rejeki sekaligus ancaman buat warga di lerengnya dan sekitar2nya. yang sudah berlalu mungkin ya ancaman letusannya, grudag-grudugnya, dan hujan abunya, yang dirasain sama masyarakat DIY dan sekitarnya. namun ancaman yang saat ini masih berlangsung adalah lahar dingin yang masih saja menimbulkan kerusakan buat rumah2 yang ada di tepian kali yang jadi jalur lahar dingin itu.

Salah satunya adalah Kali Pabelan di Muntilan, Magelang. di salah satu desa yang dilaluinya, desa adikarto, tepatnya di dusun sudimoro, ma
sih saja hangat ancaman lahar dingin tersebut yang, katanya, baru 10 persen dari keseluruhan lahar dingin merapi yang turun. dan hingga artikel ini diturunkan, sudah 14 rumah warga yang hancur dan hanyut oleh terjangan banjir lahar dingin tersebut.


Dengan inisiatif warga, LSM, dan dibantu tim relawan, dusun Sudimoro bergerak membangun hunian sementara (huntara) untuk warga yang kehilangan rumah. dengan jasa seorang arsitek dari Universitas Gadjah Mada, Ing. Pradipto, terpilihlah model shelter dengan material bambu dengan pertimbangan kemudahan bahan, keawetan, serta kecepatan pembangunan, sekaligus spesialisasi si arsitek sendiri. posisi penulis adalah sebagai mahasiswa UGM yang bertindak sebagai relawan, pada awalnya.


berikut gambar Komplek Huntara tersebut.
terdiri dari rumah tinggal, musholla, kamar mandi, wc, dan rumah baca (rencana)

adapun huntara ini sitenya di lahan sawah, dengan maksud nggak terlalu merusak tanah sawah biar bisa dipake lagi ntar, kalo huntaranya udah dirasa gak perlu, jadi konsep shelter bambu ini panggung, dengan titik-titik pondasi dari buis beton yang ditancepin ke tanah sampe ketemu tanah keras atau wadas.


sistem konstruksinya pake bambu yang di-baut. selain lebih cepet, mudah, praktis, juga gak lama, gampang, dan gak repot. bambunya dibor dulu, baru dimasukin baut.


ini lantai duanya:


ni lantai satu, ruang tamu:


hasil yang dicapai memuaskan. meskipun terjadi banyak hal di balik layar, tapi warga sudimoro memberikan respon positif pada pembangunan Shelter bambu ini dan kini mereka sudah mulai menghuni komplek huntara ini.

terima kasih



Sunday, November 14, 2010

youth center design. green. community. design.

Assalamualaikum. selamat malam.

dalam cuaca malam yang cerah, dingin, dan masih waswas terhadap merapi, sebuah keinginan untuk membual di blog muncul. topik kali ini adalah desain saya yang beberapa waktu lalu diikutkan dalam sebuah kompetisi dari merek semen terkemuka.berikut eksteriornya.



tema yang diangkat dari desain ini adalah 'semen', 'green', dan 'community center'.

1. Semen

sebagai fokus dari kompetisi ini sendiri, penggunaan semen dalam bangunan seoptimal mungkin ditunjukkan. dan jalan yang ditempuh adalah ekspos struktur beton yang menunjukkan rangka bangunan. untuk addition nya, furnitur dengan bahan utama semen juga didesain dan ditempatkan di sekeliling bangunan.


2. Green

isu umum. dalam desain bangunan ini, warna hijau melengkapi warna putih semen dan mendominasi seluruh bangunan. mulai dari taman, garden roof, hingga green roof .
perbedaan dari garden roof dan green roof terletak pada penggunaan area green tersebut, pada garden roof, dipertimbangkan juga bahwa tempat itu akan digunakan untuk area aktif, atau mudahnya, akan ada orang yang menggunakan atau berkegiatan di area itu sehingga tebal dari balok dan platnya lebih besar dari green roof yang tidak difungsikan untuk menampung kegiatan di atasnya.
persamaannya, letaknya bukan di ground level, artinya di bawah green area itu ada ruangan yang digunakan untuk kegiatan juga.



bisa diliat, di lantai 2 dan 3, garden roof. sesuai dengan fungsinya sebagai communty center, diperbanyaklah area untuk bersosialisasi.
3. community

youth center secara harfiah berarti pusat pemuda. disesuaikan dengan kebutuhan pemuda, bangunan ini berfungsi memberikan tempat yang nyaman untuk belajar dan berkumpul.

variasi dari fungsi tersebut dalam bangunan ini adalah:


indoor (meja dan lesehan di lantai 1 dan 2, semi outdoor (lantai 1), outdoor (garden roof lantai 2 dan 3).


banyaknya bukaan juga bertujuan untuk memperkuat image 'concrete' yang ditonjolkan dari bangunan. ditambah dengan tidak menggunakan banyak material tambahan seperti kusen jendela dan partisi.

begitu. sepertinya saya kurang baik dalam penyampaian. old problem. makasih udah baca. semoga bermanfaat.

Monday, October 18, 2010

Sketchup, render V-ray atau Export JPG ?

selamat malam, kali ini ada satu permasalahan menarik yang bisa saya hadirkan dalam blog ini. yaitu mengenai Google Sketchup yang saat ini banyak digunakan untuk modelling 3D dan popularitasnya hampir (menurut saya) menyamai 3DSmax dari Autodesk.oke. jadi, dari modelling 3D itu, waktu mau kita bikin gambar hasil atau output nya, lebih mending mana? di render atau di export aja? jawabannya? kita lihat dulu kasus di bawah ini.

ini modelling-nya, sebuah cafe, saya print-screen
Pertama, kita lihat yang di export JPG

perlu diingat juga bahwa kita bisa mengubah kualitas JPG dengan mengubah resolusi seperti pada gambar di atas. resolusi tertinggi width-nya 9000. tapi sebenarnya, width 5000 aja udah bagus.

ini hasilnya.

keunggulannya export JPG: bayangan yang terjadi bisa diatur dan bisa sangat nge-blok atau tidak. lebih cepet (kadang2 export JPG jadi pilihan oke disaat kepepet, karena ga sempet render) dan lebih simpel. semua yang terlihat akan ikut keexport, seperti line walupun cuma satu. jadi perbedaan batas yang menggunakan line akan terasa lebih kuat. ada beberapa orang yang sangat suka export JPG dengan argumen bahwa Sketchup, literally, ya buat sketch.


ini yang dirender (V-ray)

gambarnya terlihat lebih realis. lebih niat (?). namun, tentu saja diperlukan ketelitian, juga yang pasti kesabaran kalo merender. ada banyak hal yang musti diperhatikan ketika kita ingin merender gambar. mulai dari material hingga pencahayaan dan bayangannya. maklumlah, untuk sesuatu yang bagus, prosesnya musti ga gampang. kebalikan dari export JPG yang kasar, rendering ini lebih halus. seperti menghilangkan garis2 yag tampak. jadi perbedaan batas bidang kadang bisa gak kelihatan.

Pada akhirnya, jawabannya adalah sesuai mana yang kita sukai secara pribadi dan sesuai mana yang kita perlukan. export JPG dan render punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. namun sesuai keadaan, kita bisa memilih mana yang kita lebih baik pergunakan.

semoga bisa bermanfaat. terima kasih sudah membaca.