Life is a story.
Showing posts with label pikiran. Show all posts
Showing posts with label pikiran. Show all posts
Saturday, January 19, 2013
Saturday, September 22, 2012
cerpen: wanita, rumah hanyut, dan harimau
masih nyari cerpen ini; tentang seorang wanita yang lagi galau -punya masalah pribadi, percintaan kayaknya-, malam-malam rumahnya yang ada di tepi sungai tiba-tiba terseret arus sungai yang kebetulan pas banjir. rumahnya terus mengapung di atas sungai yang lagi banjir itu (secara logis sih nggak masuk akal).
makin malam, wanita ini lapar. turun dari kamarnya di lantai 2 (rumahnya masih di sungai), cari makanan di dapur, tiba2 ada sesosok harimau disana!
dan ceritanya berlanjut dengan konflik pribadi (dalam batinnya si wanita sendiri) dan rebutan makanan dengan harimau itu. kehadiran si harimau juga akhirnya dilambangkan sebagai keadaan mental si wanita ini sendiri. tentang sosoknya dia yang perasaannya sedang menjelma seperti harimau karena geram dengan masalahnya. jadi apa itu harimau sungguhan apa jadi-jadian pun belum jelas.
tahun 2006, baca cerpen ini di ujian dadakan dengan tema 'bisakah anak yang lahir tahun '90 mengimbangi teman2 seangkatannya yg lahir '89?' baca sekali, masih terngiang-ngiang sampai sekarang.
dan karena berdasar memori yang kabur, jadi deskripsi di atas juga interpretasi yang 'kayaknya gitu'. sampai akhirnya bikin sendiri ilustrasi di atas (harusnya rumahnya berantakan ya?).
demikian. terima kasih sudah membaca. kalau sekiranya tau cerpennya, boleh diinformasikan ya. nanti ada imbalannya. dari Allah :D. salam.
Tuesday, August 7, 2012
Ramadhan sudah separo jalan
Puasa. Menahan lapar dan dahaga di siang hari. Menjaga nafsu dan amarah siang dan malam.
Mari sustain, istiqomah di konsep ini.
Friday, November 11, 2011
ampersand (&)
simbol ini lebih kita kenal untuk menggantikan kata 'dan'. & (ampersand) berawal dari sebuah kata latin yaitu 'et'. digunakan juga dalam bahasa Perancis. Menurut analisa pribadi, proses terbentuknya simbol ini adalah penggabungan dari kedua huruf E (kapital) dan t (kecil) seperti digambarkan di atas.
selain simbol ini, dalam keseharian kita biasa memakai simbol lain seperti @ (at), # (tanda pagar/octothorp), ! (tanda seru), ? (tanda tanya), dan sebagainya. mengenai mereka, bisa dibaca disini.
tahu asal muasal hal-hal kecil yang biasa kita pakai sehari-hari itu menyenangkan ternyata.
Tuesday, October 11, 2011
budaya jawa
beberapa waktu yang lalu, cukup lama sebenarnya, seorang teman usil berpendapat : sebenarnya orang jawa tu budayanya agak aneh; mereka menyapa dengan bertanya sesuatu yang jelas jawabannya.
seperti saya gambarkan pada ilustrasi di atas adalah contohnya. si ibu yang ramah menanyakan hal tersebut meski pada dasarnya tahu. contohnya yang lain banyak. "belanja bu?", "pulang kantor pak?", atau "duduk-duduk mbak?".
sama sekali budaya yang baik. mereka menyapa. di atas ketidakpentingan pertanyaan yang mereka ajukan, ada sebuah niat untuk menjaga hubungan. berkomunikasi. berinteraksi.
Saturday, October 8, 2011
kolong jembatan layang dan jalan pemukiman
Turun dari bus malam itu, di
bawah jembatan layang yang masih ramai dengan gelaran kuliner, Anisa
melangkahkan kakinya ke atas trotoar yang menjadi divider kedua jalan yang
berbeda arah itu. Menjauh dari warung seafood
lesehan dengan bau ikan yang menyengat, Anisa mempercepat langkahnya.
Suasana malam yang masih muda merekahkan senyum di bibir mahasiswi itu. Angin
yang berhembus di belakang mobil menghempas badannya. Didekapnya bagian depan
jaketnya walaupun sudah tertutup retsleting.
Kembali berjalan.
Dodo menabrak sepeda yang
diparkir di depan sebuah rumah hingga terjatuh. Badannya berguling di atas
jalan sempit yang terbuat dari batako. Mengerang kesakitan. Suara riuh teriakan
dan derap kaki orang-orang di belakangnya kian mendekat. Dodo mengabaikan rasa
sakitnya dan kembali berdiri. Tertatih. Kembali berlari.
Berjalan memang bukanlah cara
tercepat untuk sampai ke kosnya. Namun Anisa menikmatinya. Banyak yang bisa
dilihat dan dinikmati pelan-pelan ketika berjalan. Bisa berhenti sejenak untuk
mengamati lebih dekat sesuatu. Demikianlah, Anisa berhenti. Seorang anak kecil
putri penjual bakmi jawa bermain-main dengan seekor kecoa di belakang ibunya
yang tengah memasak. Usianya baru sekitar dua tahun. Matanya tertuju pada kecoa
yang terbalik itu. Penuh konsentrasi. Mulutnya tidak menutup. Jarinya yang
mungil menekan-nekan perut kecoa itu. Sementara si kecoa berusaha mati-matian
membalik dirinya. Sang ibu berbalik. Akhirnya si anak dimarahi. Namun tentu dia
tidak peduli. Dia tidak tahu apa-apa. Anisa tersenyum kembali. Berjalan.
Menerawang, dirinya juga pernah sekecil itu.
Jembatan layang adalah sebuah
solusi untuk menghindari kemacetan di jalan yang terutama dilintasi rel kereta
api. Kendaraan kecil seperti motor, hingga kendaraan besar seperti bis kota
melintas di atas dan di bawahnya. Mereka lewat atas dan mendapati perjalanan
yang lancar, singkat, dan juga pemandangan kota yang indah. Sedangkan mereka
yang lewat bawah terkadang kesulitan berbagi jalan dengan kendaraan lain dan
juga bisa terhenti oleh kereta yang melintas. Tapi mendapati banyak kehidupan
di kolong jembatan yang menawarkan tempat untuk berhenti. Tempat beristirahat.
Banyak sekali jalan sempit dan gang kecil gelap. Lalu di antaranya ada jalan dimana motor dan mobil bisa melintas. Kacau. Sama sekali terlihat ketidak-kompakan pada sistem pembangunan di daerah itu, atau di manapun. Rumah-rumah muncul satu-persatu. Kemudian di antaranya terbentuk jalan. Rumah-rumah muncul di lahan tak terpakai. Bentuknya bisa sembarang. Semua orang bisa berekspresi. Kemudian jalan menjadi apa adanya. Berkelok-kelok. Membesar mengecil.
Banyak sekali jalan sempit dan gang kecil gelap. Lalu di antaranya ada jalan dimana motor dan mobil bisa melintas. Kacau. Sama sekali terlihat ketidak-kompakan pada sistem pembangunan di daerah itu, atau di manapun. Rumah-rumah muncul satu-persatu. Kemudian di antaranya terbentuk jalan. Rumah-rumah muncul di lahan tak terpakai. Bentuknya bisa sembarang. Semua orang bisa berekspresi. Kemudian jalan menjadi apa adanya. Berkelok-kelok. Membesar mengecil.
Anisa tidak ingin cepat-cepat
meninggalkan perjalanannya itu. Dia nyaman melewati kerumunan orang yang makan lesehan dan bercanda tawa, beteriak
ramai, dan saling berbincang satu dengan yang lain. Ada pula yang hanya berdua.
Bicara pelan-pelan, menunjuk lampu jalan, tertawa bersama. Sebuah simpul
kehidupan terjadi di kolong ini. Bertemu. Dan bebas dinikmati oleh siapa saja
yang mau. Dan Anisa tidak suka melewatkannya.
Dodo tertawa. Dia tiba-tiba teringat pada permainan lama dimana jagoannya dikejar-kejar banyak musuh dan arenanya adalah sebuah labirin. Dengan kelokan yang banyak. Kotak handphone yang masih baru di tangannya dia masukkan ke dalam ranselnya. Begitu buru-burunya dia sampai tidak sempat memasukkannya ke dalam tas setelah dia mengambilnya dari sebuah counter penjualan pulsa. Tentu saja tanpa permisi.
Tapi seperti semua hal yang
baik, perjalanan di kolong jembatan itu pun usai. Kini Anisa berdiri di bawah
lampu lalu lintas yang berwarna hijau. Semangat dirinya telah bangkit. Dia tahu
bahwa kehidupan orang lain adalah generator bagi kehidupan yang lainnya.
Walaupun perjalanan menikmatinya sangatlah indah, seperti halnya berjalan di
kolong jembatan layang, tapi dia selalu lebih tertarik dengan apa yang akan
dijumpainya ketika semua itu berakhir. Tersenyum lagi, dia mengangguk sendiri.
Menyemangati dirinya dari dalam hati. Melangkah kembali turun ke jalan.
Malam tiba. Sepi. Dodo keluar
dari persembunyiannya. Suara jalan raya terdengar dekat. Harapan Dodo kembali
bangkit. Dia kini berjalan berhati-hati. Semua inderanya difokuskan pada suara
dan gerakan sekecil apapun di sekitarnya. Keluar dari sebuah gang, Jalan raya
itu terlihat. Teriakan seorang pria di ujung lain dari gang itu sontak
mengagetkan Dodo. Dodo berlari lagi. Tidak butuh waktu lama sampai suara di
belakangnya menjadi ramai lagi. Para pengejarnya telah bersatu-padu kembali.
Tapi jalan raya itu sudah di depan mata. Dodo sudah sampai di trotoar. Lampu
lalu lintas berubah merah. Dodo berlari. Turun ke jalan.
Thursday, September 29, 2011
another theme
built-environmet yang mendefinisikan manusia secara lahir hingga batin. mengambil filosofi, intisari, hingga gaya dan jalan pikir.
Tuesday, June 28, 2011
Tuesday, May 10, 2011
21

2011. memulai tahun ini dengan hal-hal luar biasa yang belum pernah dilakukan. banyak sekali pengalaman dan ilmu baru. terima kasih pada semua yang telah memberi saya kesempatan bersenang2 sama-sama. mohon maaf pada semua yang memulai tahun ini dengan duka. mari jalani semua dengan senyum. Allah bersama kita.
21. saya memulai hidup di "kodi" kedua hidup saya. (satu kodi = 20 --> takaran sate).
mohon bantuannya. HIDUP! LIVE YOUR LIFE! ENJOY EVERYTHING!! BERKARYA!! AYOOOOOO!!!
Sunday, December 5, 2010
finger snap mechanism - mekanisme menjentikkan jari
SNAP!!
menjentikkan jari memang mudah dan hampir semua orang di bumi dan yang lagi terbang ke outer space bisa melakukannya. tapi apa kita tau bagaimana sebenarnya mekanisme yang terjadi pada kepalan tangan kita dan jari-jari yang terlibat sehingga timbul suara 'jentikan' jari tersebut?
SNAP! SNAP!!

dari gambar di atas, kita bisa liat posisi awal dari jari-jari saat akan melakukan snapping. jari tengah yang akan menjentik ditahan oleh ibu jari. seperti ketapel. proses terjadinya bunyi adalah saat ibu jari kita gerakkan sehingga jari tengah yang ditekan ke bawah itu kehilangan penahan (ibu jari) dan 'menumbuk' kulit telapak tangan di bagian bawah ibu jari.

terjadinya suara ini sama seperti saat kita bertepuk tangan. dimana saat kedua permukaan kulit dari telapak tangan bertabrakan dan mengeluarkan bunyi.
ada sebuah cara lagi untuk membantu menjentikkan jari. yaitu dengan mengayunkan lengan bawah seperti pada gambar di atas. dengan cara ini, kecepatan jari tengah saat akan menumbuk kulit telapak tangan dapat meningkat dan bunyinya sedikit bisa lebih keras.
lalu, bisakah kedua tangan melakukan snapping?
tangan kanan dan kiri memang punya perbedaan yang nyata, baik dari segi kekuatan maupun reflek. soalnya orang yang tidak kidal lebih banyak mengandalkan tangan kanan, dan orang kidal lebih mengandalkan tangan kiri. sehingga terjadilah perbedaan kecepatan impuls pada kedua buah tangan kita. (menurut saya).
ada orang yang mudah untuk melakukan snapping dengan tangan kanan dan kirinya. dan ada juga orang yang tidak. untuk melakukan snapping di tangan kiri, orang yang tidak kidal yang mengalami kesulitan dapat menggunakan cara mengayunkan lengan bawah. hasilnya cukup efektif.
demikian. semoga bermanfaat.
SNAP!!
menjentikkan jari memang mudah dan hampir semua orang di bumi dan yang lagi terbang ke outer space bisa melakukannya. tapi apa kita tau bagaimana sebenarnya mekanisme yang terjadi pada kepalan tangan kita dan jari-jari yang terlibat sehingga timbul suara 'jentikan' jari tersebut?
SNAP! SNAP!!

dari gambar di atas, kita bisa liat posisi awal dari jari-jari saat akan melakukan snapping. jari tengah yang akan menjentik ditahan oleh ibu jari. seperti ketapel. proses terjadinya bunyi adalah saat ibu jari kita gerakkan sehingga jari tengah yang ditekan ke bawah itu kehilangan penahan (ibu jari) dan 'menumbuk' kulit telapak tangan di bagian bawah ibu jari.

terjadinya suara ini sama seperti saat kita bertepuk tangan. dimana saat kedua permukaan kulit dari telapak tangan bertabrakan dan mengeluarkan bunyi.
lalu, bisakah kedua tangan melakukan snapping?
tangan kanan dan kiri memang punya perbedaan yang nyata, baik dari segi kekuatan maupun reflek. soalnya orang yang tidak kidal lebih banyak mengandalkan tangan kanan, dan orang kidal lebih mengandalkan tangan kiri. sehingga terjadilah perbedaan kecepatan impuls pada kedua buah tangan kita. (menurut saya).
ada orang yang mudah untuk melakukan snapping dengan tangan kanan dan kirinya. dan ada juga orang yang tidak. untuk melakukan snapping di tangan kiri, orang yang tidak kidal yang mengalami kesulitan dapat menggunakan cara mengayunkan lengan bawah. hasilnya cukup efektif.
demikian. semoga bermanfaat.
SNAP!!
Saturday, October 23, 2010
buang sampah? sembarangan aja...

mungkin itu yang hinggap di kebanyakan pikiran orang kita, segala profesi, segala tingkatan, segala usia, segala gender, sama saja.
aku nggak bisa mengingatkan. bodohnya. cuma bisa emosi. cuma bisa memandangi mereka dengan pandangan merendahkan. maaf saja. atau kalo bahasa 'merendahkan' itu kelewatan, aku ganti dengan 'mengasihani'. gimana nggak? mungkin ada yang salah dengan pelajaran moral mereka waktu SD. mungkin mereka kurang beruntung tinggal di lingkungan orang nggak terpelajar atau semacamnya.
bayangin, mereka menganggap semua tanah itu tempat sampah. gapapa buang disitu, ntar juga ilang. ntar juga dibersihin petugas kebersihan. ah, yang lain juga gapapa buang sembarangan. ah, repot amat, salah pemerintah gak ngasih tempat sampah disini. waduh, buru-buru tapi ga ada tempat sampah deket. ah, aku sih orang susah, biarin aja buang sampah dimana aja.
bahkan ada yang buang sampah sembarangan di depan anak mereka sendiri.
apa yang susah sih? payah amat.
sedikit banyak belajar dari teman
pada awalnya, aku pikir semua yang kulakukan sendirian, semua petualanganku sendirian, semua itu adalah harta yang kusimpan sendiri dan menjadi emas yang nggak kubagikan sama orang lain. aku menikmati itu. itu cuma aku yang tahu. kepuasan pribadiku. hartaku. nggak mengumbar-umbar, nggak mau nyombong, nggak mau asal ngomong di depan banyak orang, nggak mau jadi congkak.
tapi akhirnya, aku mikir semua itu nggak bener. aku pingin semua tahu aku pernah kesini kesana. darah sombongku yang menyebalkan dan sangat memuakkan itu. sial. semua bermula dari pemikiran pendek tentang cerita-cerita yang nggak diceritain itu bakal jadi makanan belatung saja. dibawa ke liang lahat. nggak ada orang yang tau. sia-sia.
temanku. cewek. punya lebih banyak petualangan daripada aku. dia lebih banyak ndatengin tempat daripada aku. sendirian juga. dan semua itu (setauku) nggak dia umbar-umbar selayaknya aku yang suka asal bunyi asal congkak. seakan-akan dia nggak mau cerita kalo nggak ditanya. she's fine with that.
atau mungkin karena dia punya tempat, atau orang, tertentu buat ikut mengingat cerita-ceritanya? mungkin.
nggak tau apapun rahasianya, yang bisa kulakuin sekarang adalah belajar dari dia. lebih menghargai waktu-waktu yang kulewati sama semua diriku sendiri. dan bilang:
AKU NGGAK AKAN KALAH SAMA KAMU!! KALO KAMU ANEH, AKU BAKAL JADI LEBIH ANEH DARI KAMU!!
tapi akhirnya, aku mikir semua itu nggak bener. aku pingin semua tahu aku pernah kesini kesana. darah sombongku yang menyebalkan dan sangat memuakkan itu. sial. semua bermula dari pemikiran pendek tentang cerita-cerita yang nggak diceritain itu bakal jadi makanan belatung saja. dibawa ke liang lahat. nggak ada orang yang tau. sia-sia.
temanku. cewek. punya lebih banyak petualangan daripada aku. dia lebih banyak ndatengin tempat daripada aku. sendirian juga. dan semua itu (setauku) nggak dia umbar-umbar selayaknya aku yang suka asal bunyi asal congkak. seakan-akan dia nggak mau cerita kalo nggak ditanya. she's fine with that.
atau mungkin karena dia punya tempat, atau orang, tertentu buat ikut mengingat cerita-ceritanya? mungkin.
nggak tau apapun rahasianya, yang bisa kulakuin sekarang adalah belajar dari dia. lebih menghargai waktu-waktu yang kulewati sama semua diriku sendiri. dan bilang:
AKU NGGAK AKAN KALAH SAMA KAMU!! KALO KAMU ANEH, AKU BAKAL JADI LEBIH ANEH DARI KAMU!!
Saturday, July 10, 2010
Kerja Praktek
hari pertama : 5 juli : lima kami disambut jam 8 pagi di meeting room sama empunya studio; pak Adi Prasetyo. obrolan santai, pengenalan studio, pengarahan kerja, dilanjutkan pembagian tugas, dan pengerjaan tugas. Masjid Bandung, Masjid Hambalang, Perum Azzikra, Training centre BSM. Saya kebagian Hambalang. penambahan sirkulasi pada site, pembagian zonasi, olah 3d pake sketchup, bikin ratusan anak tangga, dll. Kerja di meeting room sampe siang, sampe sore dengan arahan2 dari para agen studio. Kerja saya pribadi saya nilai lamban, lemot, masih mahasiswa.
hari kedua : 6 juli : sama. nerusin Hambalang. karena kurang intruksi dan males nanya2 (salah sendiri), jadi nambah2in sendiri sesukanya. temen yang disuruh mbantuin mulai dapet kerjaan.
hari ketiga : 7 juli : Hambalang. siangnya dapet feedback dari pak fanani, lewat email, suruh nambahin minaret. mulai ngerender lagi.
hari keempat : 8 juli : Pak fanani datang! revisi langsung, sesuai request sang arsitek, nambahin bangunan mengelilingi site. ikut ndengerin presentasi aplikator buat proyek masjidnya si bapak di jogja, masjid budi mulya. enamel, lighting, spaceframe, dan keramik.
ngerjain sampe malem di studio, mbaleni ngrender njuk diprint buat presentasi si bapak besoknya. printer sempet ngadat. pulang jam 9.
hari kelima : 9 Juli : printernya ngadat beneran. si bapak datang kantor jam 9. ada revisi dari pak adi dulu jam 8. ngeprint di luar. presentasi jam 10.30, dan pak fanani lepas dari kantor jam 10.30 juga.
sorenya ke PT Polaraya di cibubur. Pabrik maket skala internasional! kalo dibandingin sama kantin di kampus, ngek. divisinya beda2. dari rumput, mobil, kaca, dinding, cat, resin, kapal, dll. ga pake ivory, pakenya PVC. ga pake UHU, pakenya herin. ga pake joyko, pakenya cutter setipis jarum. ga pake pilok, pake (gatau namanya, yang jelas dicat di ruang tertutup). sama mas2 di divisi potong2 dikasi patung ibu2 dari resin sama cetakannya dari rubber. ilegal. pulangnya hujan2an.
hari keenam : 10 juli : tadi disuruh ikut pipit ngukur sitenya di kuningan. masuk2 kos2an 2 juta perbulan (kalo gasalah) buat site training centernya BSM. terus pulangnya ditraktir Padang sama pak adi. nanti malem mau ngelembur hambalang sampe nonton jerman.
N.B : rekan. sayangnya karena tempat kerja yang terpisah sama pekerja laen. jadi terlalu bebas. padahal mau saya adalah ngerasain kerja dibawah pressure yang sama deng
an pekerja laen. sementara ini mirip studio. pada bercanda aja. tempat kape ini sangat santai dan homy. banyak ilmu yang bisa diambil, banyak temen, dan terlalu sayang buat disiasiakan. saya ingin lebih menghayati kp ini sampe muncul bedanya antara kerja dengan kuliah.
Subscribe to:
Posts (Atom)









