Thursday, April 21, 2011

Desain meja portable inspirasi puzzle

Selamat malam. sebelum lembur, saya ingin share sebuah desain lagi yang, lagi-lagi, hanya wacana. kali ini adalah desain meja yang terinspirasi dari puzzle. ya, intinya, meja-meja itu bisa dilepas dan di pasang satu sama lain tergantung kebutuhan dengan mudah.

ceritanya, tahun lalu tepatnya, awalnya saya merasa di lingkungan kampus saya (Teknik Arsitektur UGM) sebenarnya merupakan tempat yang membutuhkan banyak ruang untuk mengerjakan tugas baik kuliah maupun apalah, baik sendirian maupun berbarengan. tapi ternyata tidak banyak yang disediakan untuk mengakomodasi kegiatan2 tersebut. jadilah kami bekerja di jalan depan studio,di hall, di selasar depan fotokopian, dan lainnya yang kebanyakan ga ada meja kursi.

di sebuah public space di tengah kampus, ada meja dan kursi yang dapat digunakan. namun jumlahnya yang tidak banyak menyebabkan terjadinya survival of the fastest dalam menggunakannya.


kondisi meja kursi di public space tengah kampus



dari situ, saya yang kebetulan nganggur, punya ide bikin meja yang bisa digunakan saya dan teman2 buat ngerjain tugas atau sekedar mainan laptop.


(sebenarnya, inspirasinya lebih ke karpet puzzle di kamar saya).
ini kondisi meja saat dipake sendirian. konsep puzzle ya dari tepian meja yang bergerigi yang tujuannya bisa dipasangkan sama meja lainnya.



meja yang dipasang jejer 3


meja yang dipasang enam. buat kelompok lebih besar.


sebagai pelengkap, di tiap unit meja ada sepasang 'colokan' (lupa namanya) buat listrik. teruuuusss, kakinya bisa dilipat, dan mejanya bisa ditumpuk di suatu sudut kalau nggak dipake.

dengan meja yang simpel ini dan gampang dibawa-bawa ini, ngerjain tugas di jalan maupun depan potokopian pun bisa pake meja.

namun, sayangnya desain ini hanya berakhir sebagai angan-angan dan belum sempet dibawa ke kajur. soalnya waktu tanya temen, baiknya disertai RAB segala. jadi tambah males. hehe.

saat ini, kampus JUTAP UGM tengah di renovasi dan kayaknya bakal ada banyak solusi buat permasalahan yang saya paparkan di atas.

terima kasih udah baca.

tetap berkarya. salam.

Wednesday, April 13, 2011

Desain rak buku inspirasi lego


sebenernya pingin publish ini kalo raknya udah jadi, tapi berhubung belum, jadi cuma sharing ide aja. masih wacana.


ini desain raknya
(untuk liat ukuran, klik gambarnya)


bagian bawahnya





dan ini kalo disusun.
ada banyak kemungkinan penyusunan sebenernya.

ekstrim


gitu. jadi, barangkali ada yang tau (di jogja terutama) tempat buat bikin rak lego ini. tolong share infonya ya. makasih.

Semangat dan tetap berkarya. Salam.


Tuesday, April 12, 2011

Lomba Desain Superhero Indonesia

jadi intinya, Togamas MT.Haryono Semarang ngadain lomba gambar, desain, tentang superhero lokal dari Indonesia.

melihat peluang berkarya, berkompetisi lewat gambar dan ide, aku ikut aja.

setelah berlama-lama masak ide di kepala, ga kerasa ternyata udah H-2 pengumpulan. padahal udah daftar sebulan sebelumnya. akhirnya memilih satu ide yaitu superhero wanita : Timun Mas.

ini beberapa gambar yg dikumpulin di panitia:


poster (sayang, ga maksimal)



konsep


aksi :



tampak depan samping belakang



gitu deh. jadi gambarnya buru2 dan ga sempet diwarna. untuk lebih detilnya, klik aja gambarnya itu. dan kalo diperhatiin, ada beberapa kesalahan bodoh sebenernya. (namanya kepepet).

secara ringkes, ceritanya si Timun Mas udah berhasil lolos dan menenggelamkan buto ijo. tapi setelah itu, dia masih suka dikejar2 sama anak2 dan pengikutnya si buto. nah, untuk melawan mereka Timun Mas pake senjata berupa bahan2 dapur yg dikasih ibunya itu. dan di waktu luangnya, selain kuliah, Timun Mas juga suka membantu polisi menyingkirkan penjahat2.

akhir kata, selamat pada pemenang lomba, siapapun dan apapun karya anda.

Terima kasih udah baca.


Tetap berkarya. salam

Saturday, April 2, 2011

Shelter Bambu sebagai Hunian Sementara



Gunung Merapi yang katanya gunung paling aktip sedunia, dari beberapa bulan lalu sudah memberikan rejeki sekaligus ancaman buat warga di lerengnya dan sekitar2nya. yang sudah berlalu mungkin ya ancaman letusannya, grudag-grudugnya, dan hujan abunya, yang dirasain sama masyarakat DIY dan sekitarnya. namun ancaman yang saat ini masih berlangsung adalah lahar dingin yang masih saja menimbulkan kerusakan buat rumah2 yang ada di tepian kali yang jadi jalur lahar dingin itu.

Salah satunya adalah Kali Pabelan di Muntilan, Magelang. di salah satu desa yang dilaluinya, desa adikarto, tepatnya di dusun sudimoro, ma
sih saja hangat ancaman lahar dingin tersebut yang, katanya, baru 10 persen dari keseluruhan lahar dingin merapi yang turun. dan hingga artikel ini diturunkan, sudah 14 rumah warga yang hancur dan hanyut oleh terjangan banjir lahar dingin tersebut.


Dengan inisiatif warga, LSM, dan dibantu tim relawan, dusun Sudimoro bergerak membangun hunian sementara (huntara) untuk warga yang kehilangan rumah. dengan jasa seorang arsitek dari Universitas Gadjah Mada, Ing. Pradipto, terpilihlah model shelter dengan material bambu dengan pertimbangan kemudahan bahan, keawetan, serta kecepatan pembangunan, sekaligus spesialisasi si arsitek sendiri. posisi penulis adalah sebagai mahasiswa UGM yang bertindak sebagai relawan, pada awalnya.


berikut gambar Komplek Huntara tersebut.
terdiri dari rumah tinggal, musholla, kamar mandi, wc, dan rumah baca (rencana)

adapun huntara ini sitenya di lahan sawah, dengan maksud nggak terlalu merusak tanah sawah biar bisa dipake lagi ntar, kalo huntaranya udah dirasa gak perlu, jadi konsep shelter bambu ini panggung, dengan titik-titik pondasi dari buis beton yang ditancepin ke tanah sampe ketemu tanah keras atau wadas.


sistem konstruksinya pake bambu yang di-baut. selain lebih cepet, mudah, praktis, juga gak lama, gampang, dan gak repot. bambunya dibor dulu, baru dimasukin baut.


ini lantai duanya:


ni lantai satu, ruang tamu:


hasil yang dicapai memuaskan. meskipun terjadi banyak hal di balik layar, tapi warga sudimoro memberikan respon positif pada pembangunan Shelter bambu ini dan kini mereka sudah mulai menghuni komplek huntara ini.

terima kasih